Thursday, November 4, 2010

Siswa Dilarang Sekolah Karna Tak Mampu Beli Batik

Batik kini memang sudah menjadi pakaian kebanggaan Indonesia. Batik kini juga dipakai sebagai seragam, baik sekolah maupun perkantotan. Namun nasionalisme batik ini membawa persoalan tersendiri bagi siswa miskin yang terpaksa tidak bersekolah karena tak bisa membelinya.

Ya, hal ini dialami oleh Darinih, siswa miskin yang berasal daru SMA Negeri 1 Indramayu. Warga Rawa Dalem, Kecamatan Balongan, Indramayu Jawa Barat ini terpaksa tidak sekolah karena dirinya tidak mampun untuk membeli seragam batik yang diwajibkan oleh pihak sekolah.

Tak hanya itu, Darinih juga terpaksa hutang tetangganya Rp 2.050.000 guna mendaftar ke sekolah lanjutan yang menjadi impiannya, SMAN 1 Indramayu.

Kebijakan pihak sekolah tersebut dirasa terlalu memberatkan keluarga Darinih yang memang miskin. Karena ketidakmampuan orang tua Darinih ini pula yang memaksa Darinih belajar di rumah.

Padahal Darinih bersama orangtuanya telah membawa surat keterangan tidak mampu yang dibawanya dari desa dan kecamatan tempat Darinih tinggal. Namun surat miskin itu tak mengubah pihak sekolah untuk menagih biaya sekolah bulanan yang nilainya memberatkan. Alhasil Darinih tidak bersekolah.

Saat dihubungi, pihak sekolah sendiri melalui Kepala Sekolah SMAN 1 Indramayu mengaku jika pihak sekolah tidak memiliki dana untuk membebaskan seluruh kebutuhan siswa tak mampu. Menurutnya, keuangan sekolah tidak memungkinkan.

Untuk itulah, pihak sekolah dan Komite sekolah kemudian mencantumkan nama Darinih bersama 75 siswa tak mampu lainnya untuk bersekolah secara gratis.