Tuesday, November 2, 2010

Nasib Demokrat Semakin Kritis

Setelah melalu kampanye yang panjang dan saling menjatuhkan, warga Amerika Serikat (AS) bersiap untuk memberikan suara mereka pada Pemilu Kongres AS hari ini. Banyak pihak memperkirakan jika Partai Demokrat akan dilibas rival mereka Partai Republik.

Kekhawatiran akan runtuhnya perekonomian dan rasa tidak puas terhadap kinerja Presiden Obama, dapat digunakan oleh kubu Republik untuk menarik perhatian rakyat AS guna mendukung mereka. Kondisi ini memungkinkan kubu Republik memegang kursi mayoritas DPR AS atau bahkan kursi senat.

Dalam sebuah poling menunjukan, jika pihak Republikan dapat memperoleh 50 kursi di DPR. Angka ini jauh lebih besar dari 39 kursi yang dibutuhkan untuk mengendalikan DPR. Raihan tersebut bahkan memungkinkan Republik untuk menurunkan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dari kekuasaannya saat ini.

Partai Republik juga berharap, dapat meraih suara besar dalam Senat, meskipun sepertinya sulit. Tetapi dengan kondisi saat ini tidaklah terlalu sulit bagi Partai Republik merampas 10 kursi yang mereka butuhkan, untuk menguasai Senat. Demikian diberitakan Associated Press, Selasa (2/11/2010).

Banyak pihak yang menilai gagal Pemerintahan Obama, setelah sebelumnya dipilih sebagai Presiden AS dua tahun dengan harapan dirinya dapat membawa AS ke luar dari krisi ekonomi.
Namun tingginya angka pengangguran serta defisit anggaran yang menunjukan kesenjangan, mungkin saja membuat para pendukung Obama justru menjadi penentangnya saat ini.

Publik AS saat ini justru lebih tertarik pada Tea Party yang dinilai fenomenal. Partai yang memiliki akar rumput kalangan konservatif, membuat khawatir Presiden Obama dengan kebijakan mereka yang mengetengahkan pengurangan pajak dan pemotongan anggaran pengeluaran.